Sukses dalam bentuk novel, film, dan teater musikal, kali ini Laskar Pelangi akan menyapa pemirsa televisi dalam konsep serial.
Kisah anak-anak Gantong seolah menjadi wakil keberadaan pendidikan di
pelosok tanah air yang kerap Anda lihat melalui berita di TV atau
koran.
Gedung sekolah dibangun seadanya dengan jumlah masih jauh dari
memadai. Banyak anak yang tidak bersekolah bukan karena miskin, tapi
karena di tempat mereka tidak ada sekolah.
Tak jarang di tengan keprihatinan itu terdapat mutiara indah sejati,
meski berlumur lumpur sekali pun. Seperti anak-anak Laskar Pelangi dan
guru mereka di Gantong. Tetap gembira dan semangat bersekolah, tak
sekadar mewarisi kemiskinan orangtua mereka yang berprofesi sebagai
nelayan atau buruh PN Timah.
Mulai dari Harun yang hilang saat penilik sekolah dari pusat datang,
radio Pak Harfan yang rusak, perseteruan diam-diam SD Muhammadiyah
dengan SD PN Timah, Lintang yang pandai dan gigih, Mahar yang agak
supranatural, Sahara yang religius, Ikal yang jatuh cinta setengah mati
kepada Aling, Borek yang terobsesi menjadi pria perkasa, Kucai yang sok
kuasa, Flo dan A Kiong yang “memuja” Mahar, sampai pada kisah cinta Ibu
Muslimah dan Pak Ilham, seorang pria muda juragan kain yang baik hati.
Tak ketinggalan kearifan Pak Harfan yang selalu meneduhkan amarah dan
kesedihan anak didiknya.
Serial Laskar Pelangi dibintangi Gunawan, Prisia Nasution,
Ikranegara, Mario Irwinsyah, Edo Borne, Andika, M. Kholiq, Rendy Ahmad,
Nano Romanzah, Micko Marcellino dan Charles Irvandi.