Wednesday, December 14, 2011

Laskar Pelangi Kini Dalam Konsep Serial TV

Sukses dalam bentuk novel, film, dan teater musikal, kali ini Laskar Pelangi akan menyapa pemirsa televisi dalam konsep serial.

Kisah anak-anak Gantong seolah menjadi wakil keberadaan pendidikan di pelosok tanah air yang kerap Anda lihat melalui berita di TV atau koran.
Gedung sekolah dibangun seadanya dengan jumlah masih jauh dari memadai. Banyak anak yang tidak bersekolah bukan karena miskin, tapi karena di tempat mereka tidak ada sekolah.

Tak jarang di tengan keprihatinan itu terdapat mutiara indah sejati, meski berlumur lumpur sekali pun. Seperti anak-anak Laskar Pelangi dan guru mereka di Gantong. Tetap gembira dan semangat bersekolah, tak sekadar mewarisi kemiskinan orangtua mereka yang berprofesi sebagai nelayan atau buruh PN Timah.
Mulai dari Harun yang hilang saat penilik sekolah dari pusat datang, radio Pak Harfan yang rusak, perseteruan diam-diam SD Muhammadiyah dengan SD PN Timah, Lintang yang pandai dan gigih, Mahar yang agak supranatural, Sahara yang religius, Ikal yang jatuh cinta setengah mati kepada Aling, Borek yang terobsesi menjadi pria perkasa, Kucai yang sok kuasa, Flo dan A Kiong yang “memuja” Mahar, sampai pada kisah cinta Ibu Muslimah dan Pak Ilham, seorang pria muda juragan kain yang baik hati. Tak ketinggalan kearifan Pak Harfan yang selalu meneduhkan amarah dan kesedihan anak didiknya.

Serial Laskar Pelangi dibintangi Gunawan, Prisia Nasution, Ikranegara, Mario Irwinsyah, Edo Borne, Andika, M. Kholiq, Rendy Ahmad, Nano Romanzah, Micko Marcellino dan Charles Irvandi.