Perkembangan teknologi kamera movie (sebutan untuk kamera gambar
gerak) sangatlah pesat. Sejak ditemukan pada paruh kedua abad 19 hingga kini
telah berkembang berbagai tipe kamera movie dari
berbagai produsen. Penggolongan berdasarkan merek dan tipe sangatlah banyak dan
rumit. Penggolongan biasanya didasarkan pada system kerja dan format media penyimpan.
Berdasarkan sistem kerja kamera movieterbagi menjadi dua yakni kamera mekanik dan kamera elektronik. Kamera elektronik
sendiri dibagi menjadi kamera elektronik
analog dan kamera elektronik digital.
Kamera mekanik adalah kamera yang tidak
melibatkan rangkaian elektronik. Kamerabekerja dengan tenaga manusia,
atau tenaga pegas. Di akhir generasi kamera mekanik sudah menggunakan batery
sebagai penggerak rangkaian mekanik. Kamera mekanik menggunakan pita selluloid
(film positif) sebagai media penyimpan gambar. Kamera elektronik analog (kemudian disebut kamere
analog) adalah kamera yang sistem kerjanya menggunakan
rangkaian elektronik. Cahaya yang masuk ke ruang lensa ditangkap oleh kepingan CCD (charge couple device ), sejenis chip elektronik peka cahaya, berfungsi
mengubah cahaya menjadi arus listrik dengan kekuatan yang berbeda-beda sehingga
merepresentasikan tiga warna dasar yakni red, green, dan blue (RGB). Dengan rangkaian elektronik pula arus listrik yang
mereprentasikan RGB ini diubah menjadi muatan maknet. Muatan magnet inilah yang
kemudian disimpan pada pita magnetik atau pita video (video tape). Sejak inilah dipopulerkan istilah video untuk
menyebut unsur visual yang dihasilkan secara elektronik.
Kamera elektronik digital (kemudian disebut kamere digital) mirip dengan kamera elektronik analog. Bedanya pada proses penyimpanan. Cahaya yang telah diubah menjadi arus listrik diubah lagi menjadi data digital (data biner). Pada kamera analog intensitas warna dan suara ditentukan oleh kuat lemah muatan magnetik, sedang pada kameradigital intensitas warna maupun suara ditentukan oleh data biner hasil olahan perangkat keras dan perangkat lunak.
Kamera elektronik digital (kemudian disebut kamere digital) mirip dengan kamera elektronik analog. Bedanya pada proses penyimpanan. Cahaya yang telah diubah menjadi arus listrik diubah lagi menjadi data digital (data biner). Pada kamera analog intensitas warna dan suara ditentukan oleh kuat lemah muatan magnetik, sedang pada kameradigital intensitas warna maupun suara ditentukan oleh data biner hasil olahan perangkat keras dan perangkat lunak.
Perbedaan kamera digital dengan kamera analog juga
terlihat pada kestabilan data video pada proses reproduksi. Muatan magnet (data
analog) pada pita magnetik akan terus berkurang sesuai dengan frekuensi
reproduksi. Hal ini tidak terjadi pada data digital. Berapa kalipun data
digital dikopi tak akan mengalami pengurangan kualitas. Kita bisa
menganalogikan proses reproduksi data digital dengan pengkopian file di disket.
