Tuesday, August 7, 2012

Komunitas DSLR Cinematography Indonesia (DCI)

Adalah komunitas foto dan DSLR cinematography yang terbentuk darikesamaan minat, hobi dan ideologi sebagai bentuk pemberontakan terhadap kemapanan yang miskin kualitas dan ide. Yang dimaksud di sini adalah kualitas visual dan gaya cerita sinetron, film miliaran rupiah tapi minim inovasi, dsb. Bahwa sekarang kita membuktikan dengan kamera DSLR entry levelpun kita bisa membuat film/video klip dengan hasil visual yang bisa diseta rakan dengan produksi besar. Karena HD DSLR telah membuat gebrakan di dunia dengan memberikan filmmaker berbakat kita sebuah “cinema film-look video machine” dengan segala manual control yang lengkap dengan harga yg paling terjangkau pada masanya. (Audy Erel)




Awal Mula Berdirinya
Pada tanggal 12 Mei 2010, Audy Erel membuat thread di Kaskus dengan judul “[Gallery] Hasil VIDEO ane” yang berisi galeri video buatannya hasil dari kamera Canon 550D. Thread ini diminati cukup banyak orang dengan hobi yang sama dan mengundang keingintahuan mengenai bagaimana sebuah kamera foto DSLR dapat menghasilkan video HD dengan efek movie look. Pada 7 September 2010, diadakan gathering pertama yang berlokasi di Mall Grand Indonesia.
Dengan semakin bertambahnya peminat, Indra Yogiswara berinisiatif membuat group page di Facebook dengan nama ‘Canon 550D Indonesia’.
Grup ini menjadi tempat berkumpulnya pengguna 550D untuk berdiskusi mengenai fotografi dan videografi DSLR. Grup ini berkem bang amat pesat dari segi kuantitas member dan kualitas diskusinya. Anggota terkumpul dari berbagai daerah di Indonesia, dan diskusi meluas tidak sebatas satu merek dan tipe kamera DSLR.

Gathering sering diadakan, tidak hanya di Jakarta tapi di kota-kota lain seperti Surabaya (Reg. Jawa Timur), Jogjakarta (Reg. Jogjakarta), Bandung (Reg. Jawa Barat). Komunitas ini juga sering diundang secara eksklusif pada eventevent yang diadakan perusahaan seperti Datascript, Sigma dan Bhinneka. Bahkan pernah pula . Namun pada pertengahan bulan Juli 2011, terjadi kerusakan teknis yang mengakibatkan Grup Facebook Canon 550D Indonesia yang pada kala itu telah beranggotakan lebih dari 1200 member tidak dapat diakses lagi. Tim general issue dari Facebook hanya memberi pernyataan bahwa memang terjadi kerusakan serupa pada beberapa grup page, tapi hingga sekarang tidak mengetahui penyebabnya dan tidak dapat mengembalikannya.
Di tengah kondisi kebingungan itu, serta tekanan dari banyak member, para admin mengambil tindakan dengan membuat grup baru yang bernama ‘DSLR Cinematogaphy Indonesia’, dimana diskusi menjadi lebih spesifik pada DSLR Cinematography tanpa terbatas satu merek kamera DSLR tertentu. Anggota yang bergabung tidak hanya pemula di bidang Cinematography, tapi juga banyak praktisipraktisi yang telah lama bergelut di bidang tersebut. Sebut saja DOP Arya Tedja, wartawan Kompas Eddy Hasby, Roy Rakh dari Kompas TV dan masih banyak lagi. Tanpa meninggalkan akar dari komunitas ini, dibentuk pula kembali grup ‘Community of 550D Indonesia’ dan berjalan beriringan dengan grup ‘DSLR Cinematography Indonesia