Adalah komunitas foto dan DSLR
cinematography yang terbentuk darikesamaan minat, hobi dan ideologi sebagai
bentuk pemberontakan terhadap kemapanan yang miskin kualitas dan ide. Yang
dimaksud di sini adalah kualitas visual dan gaya cerita sinetron, film miliaran
rupiah tapi minim inovasi, dsb. Bahwa sekarang kita membuktikan dengan kamera
DSLR entry levelpun kita bisa membuat film/video klip dengan hasil visual yang
bisa diseta rakan dengan produksi besar. Karena HD DSLR telah membuat gebrakan
di dunia dengan memberikan filmmaker berbakat kita sebuah “cinema film-look video
machine” dengan segala manual control yang lengkap dengan harga yg paling
terjangkau pada masanya. (Audy Erel)
Awal Mula Berdirinya
Pada tanggal 12 Mei 2010, Audy Erel
membuat thread di Kaskus dengan judul “[Gallery] Hasil VIDEO ane” yang berisi
galeri video buatannya hasil dari kamera Canon 550D. Thread ini diminati cukup
banyak orang dengan hobi yang sama dan mengundang keingintahuan mengenai
bagaimana sebuah kamera foto DSLR dapat menghasilkan video HD dengan efek movie
look. Pada 7 September 2010, diadakan gathering pertama yang berlokasi di Mall
Grand Indonesia.
Dengan semakin bertambahnya peminat,
Indra Yogiswara berinisiatif membuat group page di Facebook dengan nama ‘Canon
550D Indonesia’.
Grup ini menjadi tempat berkumpulnya
pengguna 550D untuk berdiskusi mengenai fotografi dan videografi DSLR. Grup ini
berkem bang amat pesat dari segi kuantitas member dan kualitas diskusinya.
Anggota terkumpul dari berbagai daerah di Indonesia, dan diskusi meluas tidak
sebatas satu merek dan tipe kamera DSLR.
Gathering sering diadakan, tidak
hanya di Jakarta tapi di kota-kota lain seperti Surabaya (Reg. Jawa Timur),
Jogjakarta (Reg. Jogjakarta), Bandung (Reg. Jawa Barat). Komunitas ini juga
sering diundang secara eksklusif pada eventevent yang diadakan perusahaan
seperti Datascript, Sigma dan Bhinneka. Bahkan pernah pula . Namun pada pertengahan
bulan Juli 2011, terjadi kerusakan teknis yang mengakibatkan Grup Facebook
Canon 550D Indonesia yang pada kala itu telah beranggotakan lebih dari 1200
member tidak dapat diakses lagi. Tim general issue dari Facebook hanya memberi
pernyataan bahwa memang terjadi kerusakan serupa pada beberapa grup page, tapi
hingga sekarang tidak mengetahui penyebabnya dan tidak dapat mengembalikannya.
Di tengah kondisi kebingungan itu,
serta tekanan dari banyak member, para admin mengambil tindakan dengan membuat
grup baru yang bernama ‘DSLR Cinematogaphy Indonesia’, dimana diskusi menjadi
lebih spesifik pada DSLR Cinematography tanpa terbatas satu merek kamera DSLR
tertentu. Anggota yang bergabung tidak hanya pemula di bidang Cinematography,
tapi juga banyak praktisipraktisi yang telah lama bergelut di bidang tersebut.
Sebut saja DOP Arya Tedja, wartawan Kompas Eddy Hasby, Roy Rakh dari Kompas TV
dan masih banyak lagi. Tanpa meninggalkan akar dari komunitas ini, dibentuk
pula kembali grup ‘Community of 550D Indonesia’ dan berjalan beriringan dengan
grup ‘DSLR Cinematography Indonesia
